Menu Tutup
metode pengembangan perangkat lunak

Metode Pengembangan Sistem

Apasih Metode Pengembangan Sistem?

Metode pengembangan sistem digunakan ketika kita ingin melakukan penelitian dibidang pengembangan perangkat lunak. Seringkali kita bingung dengan kata metode dan metodologi penelitian.

Macam-macam Metode Pengembangan sistem

Metode Prototyping

gambar metode prototyping

 

Metode prototype atau Prototyping adalah metode pengembangan sistem yang didasarkan pada konsep working model (model kerja). Tujuannya adalah mengembangkan model atau desain menjadi sistem jadi. Dengan menggunakan medode prototyping proses pengembangan sistem akan menjadi lebih cepat dan menghabiskan biaya yang relatif lebih rendah  Artinya cost yang dikeluarkab dalam pengembanngan sistem lebih hemat. Pada metode ini terdapat kekurangan dan kelebihan yang tidak terdapat di metode lain.

Rapid Application Development

gambar metode rapid application development RAD

Metode Rapid Application Development (RAD) adalah model pengembangan perangkat lunak yang pengembangannya tergolong dalam teknik incremental (bertingakat). Dalam proses pengembangannya model ini menggunakan metode iterative atau berulang dimana working model sistem dikonstruksikan di awal tahap pengembangan dengan tujuan menetapkan kebutuhan (requirement) user. Model ini membutuhkan waktu singkat   yaitu sekitar 30-90 hari. Siklus kerja nya yang pendek juga membuat pengembangan sistem dengan model ini bisa diselesaikan dengan cepat. Tetapi terdapat kekurangan dari penggunaan model  RAD sehingga kurang efektif penerapannya untuk proyek bersar.

Metode Waterfall

Gambar tahapan metode waterfall

Waterfall model yang sering disebut dengan classic life cycle adalah model pengembangan software yang mempunyai fase-fase yang berurutan dan sistematis. Aritnya dalam penelitian dengan metode ini dilakukan secara urut dari tahap ke tahap. Dimulai dari spesifikasi kebutuhan dan proses desain (Design), Implementasi (Implementation), Verifikasi (Verification) dan Pemeliharaan (Maintenance)  yang berujung pada dukungan terus menerus untuk sebuah perankat lunah yang utuh.

Kapan model waterfall digunakan?

Model ini dapat digunakan pada saat kebutuhan untuk sebuah masalah telah dipahami dengan baik, dan pekerjaan dapat mengalir secara linear dari proses komunikasi hingga penyebaran (deployment). Situasi ini ditemui saat adaptasi atau perpanjangan dari sistem yang ada sudah terdefinisi dengan baik. Adapun model ini juga dapat digunakan pada situasi di mana dibutuhkan usaha yang terbatas untuk pengembangan perangkat lunak, namun kebutuhan software sudah terdefinisi dengan baik dan cenderung stabil. Namun, yang menjadi kekurangan dalam pengembangan perangkat lunak, model ini cenderung menjadi salah satu pendekatan yang kurang iteratif dan fleksibel, karena proses mengalir satu arah (waterfall).